The Other POV, Serba Salah
Dengarkan, Renungkan, Keluarkan
Kebanyakan orang cerdas adalah orang yg pandai mendengarkan orang lain, riset mengamini itu. Namun, gak semua perkatakan orang lain akan membuat kalian lebih baik, kadang malah jadi serba salah.
**
Saat kecil, guru ngaji saya pernah menceritakan kisah Luqman Al-Hakim naik keledai dengan anaknya, saya selalu ingat kisah ini sampe sekarang. Mungkin kalian juga sudah gak asing.
Nama Luqman Al Hakim tentu sudah familiar bagi umat Muslim, selain karena Allah SWT mengabadikan namanya menjadi salah satu nama surah dalam Alquran, yaitu surah Luqman. Nasihat-nasihat bijaksana kepada anaknya sering diceritakan oleh banyak kalangan.
Nah, tulisan ini akan menceritakan bagaimana sudut pandang orang lain bisa membuat kalian jadi serba salah. Ini kisahnya:
Suatu hari, Luqman berkata:
“Wahai putraku! Berusahalah melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus berusahalah hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan apapun kata orang! Karena memang gak akan pernah ada jalan untuk memuaskan dan melegakan semua orang. Gak akan ada juga cara untuk menyatukan hati dan pikiran mereka. Itulah fakta hidup ditengah orang banyak dengan berbagai kepentingannya masing-masing”
“Mari kita buktikan!” Kata Luqman sambil menarik tali kekang keledainya.
Kemudian, Luqman menaiki keledai, sedangkan anaknya disuruhnya untuk berjalan sambil memegang tali keledai. Benar saja, gak lama kemudian orang-orang yang mereka temui berkomentar:
“Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Sungguh bodoh dan egois orang tua itu, masa anak kecil dibiarkannya berjalan kaki sementara dia menunggangi kuda!”
Mendengar perkataan itu Lukmanul Hakim berujar kepada anaknya,
“Anakku, naiklah engkau ke keledai ini, biar ayah yang menuntunnya.”
Mereka lantas melanjutkan perjalanan. Hingga kemudian bertemu sekelompok orang. Orang-orang itu komentar demi melihat Lukmanul Hakim dan anaknya: “Sungguh buruk akhlak anak itu, masak orangtua dibiarkannya berjalan menuntun keledai, sementara dia yg masih muda duduk manis di punggung keledai.”
Mendengar komentar orang-orang dijalan, Luqman-pun kembali berpesan kepada anaknya:
“Anakku, dengarkan apa saja yang mereka katakan.”
Lalu Luqman meminta anaknya naik. Keduanya kini mereka sama-sama menunggangi keledai. Gak lama kemudian, mereka bertemu segerombolan orang yg berkomentar:
“Betapa dungu dan egois bapak dan anak itu! kasihan sekali keledai tunggangan mereka dinaiki berdua.”
Lagi-lagi Luqman hakim berkata kepada anaknya:
“Anakku, dengarkan lagi apa saja yang mereka katakan.”
Kemudian Luqman meminta anaknya untuk turun keledai dan sekarang keduanya sama-sama menuntun keledainya. Bertemulah mereka dengan beberapa orang yg berkomentar:
“Betapa bodoh dua orang yang menuntun keledai itu, harusnya mereka menungganginya, bukan malah menuntunnya seperti sapi atau kambing, hahaha. Atau minimal salah satu dari mereka yg naik.”
Lagi-lagi Luqman hakim berpesan pada anaknya:
“Anakku, dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan.”
Kemudian Luqman meminta anaknya untuk mengikat empat kaki keledai di sebilah kayu supaya dapat diangkat. Jadilah keduanya kini memikul seekor keledai. Melihat itu, orang-orang terbahak dan berkata:
“Ada orang gila memikul keledai”
Luqman Hakim lalu mengajak anaknya meletakkan keledai di tanah. Kemudian ia berpesan kepada anaknya
“Anakku, kau dengar sendiri bukan, semua perkataan mereka kepada apa yang kita lakukan dari awal tadi? Di mata mereka, gak ada satupun tindakan kita yang benar. Semua salah”
Kemudian ia melanjutkan:
“Anakku, begitulah sifat manusia. Jika kelak kamu melakukan sesuatu kebenaran jangan sampai hatimu berubah hanya karena mendengar perkataan orang lain. Tetaplah yakin pada kebenaran itu. Selalu gantungkanlah harapan dan persoalan hanya kepada Allah. Karena itu, dalam hidup kamu harus punya prinsip dan pendirian yang kuat. Lakukan saja apa yang bermanfaat bagi dirimu dan agamamu, jangan terlalu ambil pusing dengan perkataan orang lain."
**
Selama gak melanggar moral, hukum, larangan dan gak merugikan, ya lakuin aja.