Tuhan tidak hanya bermain dadu, namun kadang Ia melemparkannya ke tempat yang tidak terlihat. - Stephen Hawking

Pernyataan di atas merupakan respon Hawking terhadap komentar Einstein mengenai mekanika kuantum (ketidakpastian Heisenberg), Einstein pernah mengungkapkan ketidaksetujuannya pada Bohr dengan berkata “Tuhan tidak bermain dadu, Bohr.”

Jika Tuhan tidak bermain dadu, apakah kita yang sedang bermain?

Mungkin kamu akan setuju dengan kalimat ini, hidup di dunia tiada lain hanya sekedar permainan. Namun entah, permainan seperti apa yang sebenarnya sedang kita jalani. Battle royale? Lato-lato? atau permainan dadu karena polanya mirip dengan kehidupan?

Dadu adalah sebuah objek kotak dengan angka-angka berbeda di setiap sisinya, biasanya terdiri dari angka 1 sampe angka 6 dengan setiap angka mempunyai peluang muncul 1/6.

Dalam permainan dadu, aspek utamanya dipengaruhi oleh keberuntungan atau kebetulan (mungkin takdir?). Ini menggambarkan bahwa hasil akhir dari banyak situasi atau keputusan sulit diprediksi dengan tepat, mirip seperti realitas kehidupan manusia.

Kehidupan manusia sendiri adalah perjalanan yang penuh misteri. Kita berkutat dengan keinginan, cita-cita, impian, keputusan-keputusan, tindakan-tindakan, dan hasil akhir.

Sebagai manusia, kita punya keinginan. Kita selalu merencanakan sesuatu dengan cermat untuk mengambil keputusan yg mendekati keinginan. Setelah keputusan diambil, kita mulai bertindak mengejar keinginan. Namun, hasil akhir sering kali gak sepenuhnya dalam kendali kita. Banyak faktor, baik internal maupun eksternal yg memengaruhi hasil keinginan, kadang sesuai, kadang melenceng jauh.

Seperti permainan dadu, sebelum melempar dadu, kita memikirkan dulu angka yang kita inginkan. Kita siapkan diri sebelum melempar, berkonsentrasi. Plungg dadu dilemparkan. Saat dadu berputar dan berhenti, kita menerima hasil yang kadang sesuai keinginan, juga kadang jauh dari keinginan.

Sebagian orang mengatakan bahwa hasil yang gak sesuai keinginan itu lebih baik daripada gak melempar dadu sama sekali. Bagaimana orang akan mendapatkan angka yg diinginkan kalo gak mau melempar dadu sama sekali? Dalam kehidupan, bagaimana orang bisa sukses kalo gak mau berusaha sama sekali? Minimal kalo kita berusaha melempar, kita akan mendapatkan angka lain walau gak sesuai keinginan, gak kosong sama sekali.

Sekarang bayangkan, kita menginginkan angka 6 dalam permainan ini. Kita siap-siap, goyang-goyang wadah dadu, pluuung dadu dilempar dan hasilnya dadu memunculkan angka 1.

Berapa kali kita harus mencoba melempar dadu supaya angka 6 yang diinginkan muncul? apakah dengan menerapkan strategi, menghitung peluang/probabilitas, memperhatikan proses dengan cermat, lemparan selanjutnya akan tepat sesuai prediksi dan memunculkan angka keinginan kita?

Kenyataan hidup lebih rumit lagi, gak sesederhana bermain dadu. Ada banyak pemain dalam arena kehidupan ini, milirian orang punya rencana dan keinginan. Bayangkan seandainya setengah populasi manusia yang sekarang ini hidup punya keinginan dan ambisi yang sama untuk menjadi presiden, sedangkan aturannya hanya memperbolehkan 1% populasi saja yang bisa menjadi presiden mewakili setiap wilayah. Apa yang terjadi?

Keberuntungan & Kebetulan dalam Realitas Hidup

Beberapa bulan yang lalu, seorang ahli neurosains, Dr. Ryu Hassan viral setelah mengeluarkan statement kontroversi, bahwa “Kunci Sukses itu kebetulan,” Dia memberi penjelasan misal motivator sukses sering berkata “Dulu waktu kecil saya bekerja keras, bahkan harus menempuh jarak yang jauh untuk pergi ke sekolah,”

Menurut Dr. Ryu Hassan padahal yang melakukan hal itu bukan cuma motivator, jutaan orang mengalami hal itu, tapi dari jutaan orang tersebut yang sukses mungkin hanya 2%. Jadi, sukses itu kebetulan. Kebetulan punya privilege, kebetulan punya orang dalam, kebetulan suka membaca, dan kebetulan lainnya. Dia juga mengakui bahwa dia menjadi dokter karena kebetulan, bukan kerja keras.

Entah bagaimana cara dia memandang kehidupan ini. Namun, pernyataan itu sedikit mendukung bayangan saya bahwa permainan kehidupan ini seperti permainan dadu.

Saat bermain dadu, selain faktor kerja keras: melempar dadu berkali-kali. Faktor kerja cerdas: menghitung segala kemungkinan, memanfaat teori probabilitas dan statistik, memerhatikan gerakan saat melempar. Faktor keberuntungan/kebetulan menjadi hal terpenting untuk hasil yang diinginkan, mungkin ini yg dimaksud kunci. Namun tetap saja, kunci gak akan membuka jika orang gak mau berusaha kerja keras, kerja cerdas, atau upaya lainnya.

Keberuntungan & Kebetulan dalam Agama

Dalam pandangan agama, saya pernah mendengar kisah klasik yang membangun persfektif permainan juga, seperti kisah Taubatnya seorang pembunuh 100 jiwa, kisah wanita pelacur masuk surga setelah menolong anjing, kisah Ki Bahrom, Kisah Barshisha.

Bagi yang belum tahu kisahnya, saya akan menuliskan salah satu kisah taubatnya seorang pembunuh 100 orang. Untuk kisah lainnya bisa research sendiri atau bertanya pada ustadz kalian, karena entah kisahnya shahih atau nggak.

Dari Abi Sa’id Al-Hudri ra, telah bersabda Rasulullah SAW: Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.

Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu (yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”

Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju).” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya, ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.

Di dalam hadits lain diterangkan, bahwa saat kedua malaikat itu sedang mengukur jarak, Allah memerintahkan kepada bumi yang berada diantara tempat itu dengan tempat yang dituju menjadi lebih dekat, bedanya hanya satu jengkal. (HR. Bukhari dan Muslim, Shahih Bukhari juz.6 hal.373 dan Shahih Muslim hadits no.2766)

Sumber: https://islam.nu.or.id/hikmah/kisah-tobatnya-seorang-pembunuh-diterima-atau-ditolak-ZMm50

Sebuah keburuntungan/kebetulan karena berusaha bertaubat. Ada kisah pembanding dari kisah tersebut, namun entah kisahnya shahih atau nggak, seorang Ahli Ibadah, setiap hari ta’at tidak pernah berbuat dosa namun menjelang kematianya menjadi kafir karena tergocek rayuan iblis, namanya Barsisha. Hasil akhir yang mengejutkan ya.

ᐖ Kehidupan juga kadang seperti permainan catur yg beradu strategi untuk saling memakan demi kemenangan. Menurutmu, permainan apa yang sebenarnya sedang kita jalani saat ini dalam kehidupan?

.


Disclaimer:

  • Tulisan ini hanya sudut pandang, bukan bermaksud menafsirkan surat Muhammad ayat ke-36 yang berbunyi, “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. ….” Sangat bahaya menafsirkan ayat suci tanpa ilmu tafsir yang mendalam, saya sendiri gak punya pengetahuan ilmu tafsir sama sekali.
  • Kata Tuhan para saintis bukan Tuhan yang kita maksud. Lebih ke cara kerja alam semesta ini

.

Sayang banget Hugo gak nyediain fitur komentar bawaan, harus masang eksternal untuk diskusi, jadi ribet ya. Next time mungkin saya pasang kolom disqus *