BingUng
Bayangkan..
Suatu hari, kamu iseng pergi ke pasar mencari jam tangan. Hari itu, kamu singgah ke dua toko. Pertama, singgah di toko X yang punya sedikit pilihan, kemudian singgah di toko Y yang ada banyak pilihan.
Kasus 1
Di toko X, kamu hanya melihat dua jam tangan yang menarik untuk dimiliki. Setelah mempertimbangkan kedua jam tangan tersebut, akhirnya kamu memilih salah satu.
Kasus 2
Kamu masuk ke toko Y, di sana kamu melihat banyak jam tangan dari berbagai brand yang sama-sama menarik untuk dimiliki. Setelah mempertimbangkan banyak pilihan, kamu akhirnya memilih salah satu.
Hasil
Setelah beberapa hari kamu mulai merasa kalo kedua jam tangan yang dibeli tadi nggak sesuai sama ekspektasi. Mana yang paling membuat kamu kecewa?
Barry Schwartz menciptakan sebuah Teori Psikologis “overchoice” saat pidato di TED 2004, ia mengatakan “semakin banyak pilihan, semakin sulit mengambil keputusan dan sulit merasa bahagia”.
Ketika kita dihadapkan pada banyak pilihan, kita cenderung akan merasa kurang puas dengan hasil yang dipilih. Rasa penyesalannya juga akan semakin besar karena gak milih pilihan lain, padahal banyak.
Hal ini menjadi sebuah paradoks, alih-alih banyak pilihan menciptakan kebebasan, banyak pilihan juga menciptakan kebingungan.